Tasikmalaya — Sektor peternakan ayam di Jawa Barat memegang peran strategis dalam menjaga ketahanan pangan nasional. Namun di balik pertumbuhan industri ini, terdapat tantangan klasik yang kerap dihadapi pelaku usaha: akses energi yang andal, efisien, dan terjangkau, terutama di wilayah non-pipa gas.
PT Gastron Indo Energi melihat tantangan tersebut bukan sekadar sebagai peluang bisnis, melainkan sebagai persoalan fundamental yang harus diselesaikan dengan pendekatan teknis dan pemahaman lapangan yang kuat.
Dalam operasional peternakan ayam, energi memegang peranan krusial, terutama pada fase brooding Day Old Chick (DOC). Stabilitas suhu kandang sangat menentukan tingkat mortalitas, pertumbuhan ayam, dan efisiensi produksi secara keseluruhan.
“Bagi peternak ayam, energi itu bukan sekadar biaya operasional. Energi adalah faktor penentu keberhasilan produksi, terutama di fase awal. Kalau suplai dan kualitas panas tidak stabil, dampaknya bisa langsung ke performa ayam,” ujar Dafa Ismail, Direktur Utama PT Gastron Indo Energi.
Selama ini, sebagian besar peternakan ayam di Jawa Barat masih mengandalkan LPG. Selain menghadapi fluktuasi harga, tantangan distribusi dan ketersediaan pasokan kerap menjadi kendala, terutama bagi peternakan yang berlokasi jauh dari pusat logistik.
Gastron hadir dengan pendekatan berbeda: menghadirkan akses energi gas berbasis solusi teknis, bukan sekadar pengiriman bahan bakar. Melalui sistem distribusi Compressed Natural Gas (CNG), Gastron mampu menjangkau peternakan ayam di area non-pipa dengan standar operasional yang terukur.
Kemampuan teknis Gastron mencakup:
Pendekatan ini memungkinkan peternakan ayam mendapatkan suplai energi yang lebih konsisten, sekaligus mengurangi risiko operasional akibat gangguan pasokan.
Bagi Gastron, efisiensi energi bukan sekadar jargon. Dalam praktiknya, penggunaan CNG memungkinkan peternak menekan biaya energi dibandingkan bahan bakar konvensional, tanpa mengorbankan kualitas panas yang dibutuhkan dalam kandang.
Lebih dari itu, efisiensi energi memberikan ruang bagi peternak untuk menjaga margin usaha di tengah fluktuasi harga pakan dan tantangan pasar lainnya. Energi yang stabil dan terukur menjadi fondasi penting bagi keberlanjutan bisnis peternakan.
Gastron memandang bahwa tantangan utama industri bukan hanya ketersediaan energi, tetapi akses terhadap energi yang tepat guna. Dengan pemahaman teknis yang kuat dan pengalaman di lapangan, Gastron berupaya menjembatani kebutuhan industri peternakan dengan solusi energi yang relevan.
Pendekatan ini sejalan dengan visi Gastron untuk mendorong industri lokal di Jawa Barat agar lebih efisien, berdaya saing, dan berkelanjutan melalui pemanfaatan energi gas.
Ke depan, Gastron berkomitmen untuk terus mengembangkan kapabilitas teknis dan infrastruktur distribusi gas guna menjangkau lebih banyak peternakan ayam di Jawa Barat. Dengan membuka akses energi yang andal, Gastron ingin menjadi bagian dari ekosistem yang mendukung pertumbuhan industri peternakan secara berkelanjutan.
“Kami percaya bahwa akses energi yang baik adalah fondasi bagi industri peternakan yang sehat dan berkelanjutan. Di situlah peran Gastron ingin hadir,” tutup Dafa.
Jl. Pancasila No.26, Lengkongsari, Kec. Tawang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat 46111
mainoffice@gastronenergy.id
Industrial energy company specializing in Compressed Natural Gas (CNG) distribution, delivering efficient, reliable, and sustainable energy solutions in West Java