
Tasikmalaya — Pertumbuhan industri di Jawa Barat, khususnya sektor manufaktur dan peternakan, tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan akan energi yang andal dan efisien. Namun di banyak wilayah non-pipa gas, akses terhadap energi yang stabil masih menjadi tantangan utama. Dari kebutuhan inilah PT Gastron Indo Energi memulai perjalanannya membangun ekosistem energi berbasis gas untuk industri.
Sejak awal, Gastron memandang energi bukan sekadar komoditas yang diperjualbelikan, melainkan fondasi operasional yang menentukan keberlanjutan dan daya saing industri di lapangan.
Perjalanan Gastron berawal dari pemahaman terhadap kondisi nyata industri lokal di Jawa Barat. Banyak pelaku usaha, terutama peternakan ayam, menghadapi tantangan yang serupa: ketergantungan pada bahan bakar dengan harga fluktuatif, distribusi yang tidak selalu pasti, serta keterbatasan infrastruktur energi.
Situasi ini mendorong Gastron untuk mencari pendekatan yang lebih relevan bagi industri di area non-pipa, dengan menghadirkan solusi gas yang dapat diakses tanpa bergantung pada jaringan pipa konvensional.
“Masalah energi di industri sering kali bukan soal ketersediaan, tapi soal akses dan keandalannya,” ujar Dafa Ismail, Direktur Utama PT Gastron Indo Energi.
Dalam perjalanannya, Gastron menyadari bahwa penyediaan energi tidak cukup berhenti pada pengiriman Compressed Natural Gas (CNG). Agar energi benar-benar memberi dampak, diperlukan sistem yang terintegrasi, mulai dari desain suplai, instalasi peralatan, hingga pemanfaatan energi di sisi pelanggan.
Pendekatan inilah yang menjadi ciri Gastron: membangun solusi energi berbasis teknis yang disesuaikan dengan kebutuhan operasional industri. Dengan pemahaman terhadap karakteristik beban panas, pola konsumsi, dan risiko operasional, Gastron merancang sistem yang memungkinkan energi gas digunakan secara optimal dan aman
Bagi Gastron, membangun ekosistem energi berarti menciptakan keterhubungan antara suplai gas, infrastruktur distribusi, dan utilisasi energi di pelanggan. Gastron tidak hanya berperan sebagai distributor, tetapi sebagai bagian dari rantai nilai energi industri.
Ekosistem ini dibangun melalui:
Pendekatan ini memungkinkan industri yang sebelumnya sulit mengakses gas bumi untuk beralih ke sumber energi yang lebih efisien dan andal.
Seiring berkembangnya ekosistem energi yang dibangun, efisiensi menjadi prinsip utama Gastron. Penggunaan gas sebagai sumber energi membantu industri menekan biaya operasional sekaligus meningkatkan stabilitas produksi.
Lebih jauh, gas juga diposisikan sebagai bagian dari transisi menuju energi yang lebih bersih dan berkelanjutan. Bagi Gastron, keberlanjutan tidak hanya dimaknai dari sisi lingkungan, tetapi juga dari kemampuan industri untuk bertahan dan tumbuh secara ekonomi.
“Energi yang efisien adalah energi yang membuat industri bisa berjalan lebih sehat dalam jangka panjang,” kata Dafa.
Ke depan, Gastron terus memperkuat perannya dalam ekosistem energi industri dengan mengembangkan kapabilitas teknis, memperluas jangkauan distribusi, dan menjajaki solusi energi gas yang lebih berkelanjutan.
Perjalanan Gastron membangun ekosistem energi masih terus berlangsung. Dengan pendekatan berbasis teknis, pemahaman industri, dan fokus pada keandalan, Gastron menempatkan diri sebagai mitra strategis bagi industri yang ingin tumbuh dengan fondasi energi yang kuat.
Jl. Pancasila No.26, Lengkongsari, Kec. Tawang, Kab. Tasikmalaya, Jawa Barat 46111
mainoffice@gastronenergy.id
Industrial energy company specializing in Compressed Natural Gas (CNG) distribution, delivering efficient, reliable, and sustainable energy solutions in West Java